-->
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2011

ASAM AMINO DAN POLIPEPTIDA



MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kimia Organik II




Minggu, 18 Desember 2011

Pudak Scientific


BAB 1
PENDAHULUAN

1.             LATAR BELAKANG
Sekitar 300 tahun yang lalu John Locke menyatakan bahwa anak-anak memerlukan hal-hal praktisi dalam pendidikannya. Ilmu kimia adalah ilmu yang berlandaskan eksprimen, sejak tahun 1882 Kementrian Pendidikan Kerajaan Inggris memgumumkan  bahwa pembelajaran sains di sekolah harus disertai praktikum. Namun kebanyakan orang selalu melakukan demonstrasi eksperimennya saja tanpa melakukan dan mencoba praktikum itu sendiri. Pada tahun 1960-1970 pengaruh pembaharuan terhadap praktikum menjadikan salah satu cara belajar yang efektif dan menyenangkan. Laboratorium juga sebagai sarana belajar untuk menunjang keberhasilan pembelajaran kimia. Dalam pelajaran kimia, praktikum deskripsi, teori dipadukan dan saling berkaitan dalam hal tertentu. Praktikum digunakan untuk menyelesaikan, melihat persoalan, mengembangkan pola konsep dan teori, bukan mengilustrasikan teori atau materi yang sudah diajarkan.

GAS MULIA




                                                                  

Disusun oleh
Kelompok            : 9
Anggota               : Dessy Damayanti
  Mia Agustina
                  Miya Nurmelati
                              Tuti Nurcahyani
                        Venny Purwati



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2011

Senin, 05 Desember 2011

MENGAPA KITA BELAJAR KIMIA?



(Why we learn chemistry?)

1. Sebab zat kimia selalu berada disekitar kita
Because chemical matter always around us
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering bersentuhan dengan bahan kimia bahkan kita selalu membutuhkannya. Bahan kimia memang tidak pernah lepas dalam kehidupan kita. Pakaian yang kita pakai, air yang kita teguk, makanan yang kita konsumsi, dan udara yang kita hirup adalah beberapa bahan kimia yang sangat kita butuhkan untuk hidup. Kita selalu meraba, menghirup, dan melihat bahan kimia disekitar kita. Badan kita pun terdiri dari bahan kimia. Kenyataan membuktikan bahwa satu-satunya tempat yang tidak dijumpai bahan kimia adalah tempat vakum/hampa udara.

Senin, 28 November 2011

IRRADIASI PADA MAKANAN

IRRADIASI PADA MAKANAN


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Radiokimia” semester ganjil

Dosen: Ratih Pitasari

LOGO UIN
 












Disusun oleh:
Iim Imas
Miya Nurmelati
Neni Nuraeni Fadhlah
Nopi Nurpatimah
Pitriah






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2011











BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang Masalah
Makanan adalah sesuatu yang sangat esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, umumnya makanan yang tersedia di alam memiliki masa penyimpanan (shelf-life) yang sempit. Sejak beratus-ratus tahun yang lalu, manusia terus berupaya untuk memproses makanan sedemikian rupa untuk memperoleh masa penyimpanan yang lebih lama. Berbagai usaha dicoba, entah itu dengan cara konvensional seperti pengeringan, pendinginan, dan penggorengan sampai kepada cara-cara yang inovatif seperti microwave heating dan food irradiation.
Sebanyak 38 negara telah mengizinkan irradiasi makanan sebagai salah satu cara untuk mengawetkan makanan; contohnya adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Cina. Irradiasi atau ionizing radiation mengambil bentuk sinar gama dari isotop atau yang jarang dilakukan dalam skala komersial, dari sinar-X dan elektron. Irradiasi dapat menghancurkan mikoorganime atau inhibisi dari perubahan biokimia.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa sejarah Irradiasi Pangan?
2.      Apa pengertian dari Irradiasi dan Irradiasi bahan makanan?
3.      Apa tujuan Irradiasi Pangan?
4.      Apa Manfaat Irradiasi Pangan?
5.      Apa Keunggulan dari Irradiasi Pangan?
6.      Apa Kelemahan dari Irradiasi Pangan?
7.      Bagaimana Mekanisme Irradiasi Irradiasi Pangan?
8.      Apa Alat Irradiasi Pangan?
9.      Apa saja Jenis-jenis dari  Irradiasi Pangan?
10.  Bagaimana Peraturan pemerintah mengenai irradiasi?
11.  Apa saja yang menjadi Permasalahan Iradiasi Makanan?
1.3  Tujuan Pembahasan








BAB II
PEMBAHASAN

1.    Sejarah
       Di tahun 1990, irradiasi (radiasi ionisasi, ionizing radiation, merujuk pada "pasteurisasi dingin") telah disetujui oleh FDA sebagai metode pengurangan mikroba yang efektif dan aman untuk bahan pangan tertentu, termasuk rempah-rempah, daging ayam, telur, daging merah, makanan laut, kecambah, buah-buahan, dan sayur-mayur. Irradiasi mencakup penggunaan sinar gamma (dari Cobalt-60 atau Cesium-137), sinar beta, dan sinar X. Radiasi ini memberikan energi yang diperlukan untuk memindahkan elektron dari atom untuk membentuk ion atau radikal bebas namun tidak cukup tinggi untuk membuat produk pangan terpengaruh. Elektron yang terbebaskan menabrak dan memecah ikatan kimia dari molekul DNA mikroba dan menghancurkannya (Smith and Pillai, 2004). Tingkat pengurangan mikroba tegrantung pada dosis radioaktif (kGy) yang diserap oleh bahan pangan.
       Faktor kunci yang mengendalikan ketahanan dari sel-sel mikroba terhadap irradiasi adalah ukuran organisme (semakin kecil organisme, semakin resistan), tipe organisme, jumlah dan usia relatif dari mikroba di dalam bahan pangan, dan keberadaan oksigen. Komposisi dari bahan pangan juga memengaruhi respon mikroba terhadap irradiasi. Perlakuan radiasi pada dosis 2-7 kGy, tergantung kondisi irradiasi dan bahan pangannya, bisa secara efektif mengurangi bakteri patogen yang tidak berspora seperti Salmonella sp, Staphylococcus aureus, Campylobacter jejuni, Listeria monocytogenes, Escherichia coli, tanpa memengaruhi sifat organoleptik (rasa, bau, dsb), nutrisi, dan kualitasnya.
2.    Pengertian
       Iradiasi pangan adalah suatu teknik pengawetan pangan dengan menggunakan radiasi ionisasi secara terkontrol untuk membunuh serangga, bakteri, parasit atau untuk mempertahankan kesegaran bahan pangan yang memiliki daya simpan yang lama dan mempertahankan sifat-sifat fisik dan kimia dari makanan.
       Menurut Maha (1985), iradiasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk pemakaian energi radiasi secara sengaja dan terarah.  Sedangkan menurut Winarno et al. (1980), iradiasi adalah teknik penggunaan energi untuk penyinaran bahan dengan menggunakan sumber iradiasi buatan. Cara pengawetan bahan makanan dapat disesuaikan dengan keadaan bahan makanan, komposisi bahan makanan, dan tujuan dari pengawetan

Jumat, 28 Oktober 2011

KIMIA, ILMU SERIUS YANG MISTERIUS



Das Salirawati, M.Si

PENDAHULUAN

            Jika kita mencermati konsep-konsep kimia, hampir sebagian besar merupakan konsep yang abstrak dan dapat dikatakan misterius. Seolah-olah tidak dapat dijelaskan secara logis kebenarannya, baik dengan menggunakan penalaran atau logika kita. Kemisteriusan itu sama sekali tidak benar, alias salah ! Ilmu kimia bukan sesuatu yang misterius, tetapi sesuatu yang serius. Kalaupun ada yang mengatakan misterius, itu karena mereka tidak mempelajari ilmu kimia secara serius. Konsep kimia apapun sebenarnya dapat dijelaskan dan dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan penje-lasan yang logis dan masuk akal (rasional).