-->

Senin, 05 Desember 2011

MENGAPA KITA BELAJAR KIMIA?



(Why we learn chemistry?)

1. Sebab zat kimia selalu berada disekitar kita
Because chemical matter always around us
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering bersentuhan dengan bahan kimia bahkan kita selalu membutuhkannya. Bahan kimia memang tidak pernah lepas dalam kehidupan kita. Pakaian yang kita pakai, air yang kita teguk, makanan yang kita konsumsi, dan udara yang kita hirup adalah beberapa bahan kimia yang sangat kita butuhkan untuk hidup. Kita selalu meraba, menghirup, dan melihat bahan kimia disekitar kita. Badan kita pun terdiri dari bahan kimia. Kenyataan membuktikan bahwa satu-satunya tempat yang tidak dijumpai bahan kimia adalah tempat vakum/hampa udara.
Keberadaan bahan kimia memang selalu bersentuhan dengan kehidupan manusia. Sejarah mencatat bahwa pada zaman Mesir Kuno yakni sekitar tahun 3500 SM, mereka yang hidup pada zaman itu sudah dapat mempraktekkan reaksi kimia, seperti cara membuat anggur dan pengawetan mayat. Pada abad ke-4 SM, para filosofis Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles, mereka mencoba memahami hakekat materi yang berada disekitar mereka. Sehingga masing-masing dari mereka menyatakan pendapat yang berbeda.
• Menurut Democritus = setiap materi terdiri dari partikel kecil yang disebut atom.
• Menurut Aristoteles = materi terbentuk dari 4 jenis unsur yaitu : tanah, air, udara dan api.
Keberadaan bahan kimia memang sangat menarik untuk dipelajari, sehingga Jabbir bin Hayyan (700M-778M) – lebih dikenal dengan nama Geber – seorang ilmuan dari Arab mulai memperkenalkan ilmu kimia. Kimia berasal dari bahasa Arab Al-Kimiya yang artinya perubahan energi. Jabbir berhasil menciptakan segala macam peralataan laboratorium sederhana.
Kemudian pada abad pertengahan – berkisar antara tahun 500 M sampai 1600 M – ilmu kimia banyak dikembangkan oleh para ahli kimia dari Arab, Persia dan Eropa. Selanjutnya pada abad ke-18, ilmu kimia banyak dikembangkan oleh bangsa-bangsa non-Islam. Sehingga Lahirlah istilah Kimia Modern yang dipelopori oleh ahli kimia Perancis bernama Antoine Laurent Lavoisier (tahun 1743-1794) yang berhasil mengemukakan hukum kekekalan massa. Pada tahun 1803 M, seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton (tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama kalinya. Sejak itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini. Alesandro Volta (1745M-1827M) seorang ilmuan dari Italia yang pertama kali menemukan baterai, Alfred Nobel (1833M-1896M) seorang ahli kimia dari Swedia yang pertama kali menemukan dinamit, Fritz Haber seorang ahli kimia yang merancang pembuatan ammonia. Dan masih banyak ahli-ahli kimia lainnya.
Dari sejarah singkat tersebut, jelas bahwa cikal bakal lahirnya ilmu kimia mulai dirintis oleh ilmuwan muslim bernama Jabbir bin Hayyan. Sudah saatnya kita sebagai muslim mengembangkan dan meneruskan langkah Jabbir bin Hayyan. Tentunya kita merasa bangga dengan ilmu kimia, dengan terus menerus mempelajarinya. Dengan demikian kita harus lebih sungguh-sungguh dalam mempelajari ilmu kimia.
2. Karena untuk lebih mengetahui ke-Maha Besar-an Allah SWT.
Because for know more almightiness of Allah SWT
Membahas seputar ilmu kimia sangat berkaitan dengan ke-Maha Besar-an Allah SWT. Contohnya adalah garam. Menurut ilmu kimia garam yang setiap hari kita makan berasal dari dua unsur yang sangat berbahaya bahkan mematikan. Zat itu adalah Na (Natrium) dan Cl (Klor). Natrium (Na) adalah suatu logam, sangat lunak dan dapat dipotong dengan pisau, memiliki sifat basa kuat yang dapat merusak kayu dan kertas. Natrium dapat bergabung cepat dengan oksigen (O2) dan air (H2O) di udara dan membentuk lapisan yang keras di bagian luar batang natrium sebagai hasil reaksi yang terjadi. Jika diletakan dalam air, maka natrium akan bereaksi sangat hebat dan menghasilkan gelambung-gelambung api gas hydrogen (H2) dan melepaskan gas dan suatu zat yang disebut natrium hidroksida (NaOH) – dikenal dengan nama lindi atau larutan alkali – yang dapat merusak kulit. Oleh karena itu kontak antara natrium dengan kulit – yang sering terjadi – harus dihindarkan.
Klor (Cl) merupakan gas yang berwarna kuning-hijau pucat yang juga sangat merusak jaringan binatang. Bila zat klor terhirup dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru yang parah dan dapat menimbulkan kematian.
Bila klor dan natrium dicampur, terjadi reaksi yang keras. Sebagai hasil reaksi natrium dan klor berubah menjadi zat yang baru yang nama kimianya natrium klorida (NaCl), yang kita kenal sebagai garam dapur. Jika kita perhatikan reaksi ini, maka kita akan sangat kagum.
Firman Allah SWT:
Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Mulk 1)
Maha Kuasa Allah atas segala sesuatu “kun faya kun” jadi maka jadilah. Selain keajaiban garam dapur tersebut masih banyak lagi yang dapat kita “keruk”dari ilmu kimia untuk lebih mengetahui ke-Maha Besar-an Allah SWT.
3. Sebab kimia merupakan ilmu pengetahuan
Because chemistry is a knowledge
Agama Islam sangat menegaskan sekali kepada penganutnya untuk senantiasa menuntut ilmu.
Tututlah ilmu dari buayan ibu (bayi) sampai liang lahat (meninggal dunia)
Salah satu ilmu yang dikaruniakan oleh Allah adalah ilmu kimia. Mempelajari ilmu kimia disamping dapat mengetahui kekuasaan Allah juga sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia. Diantara manfaat yang dihasilkan melalui ilmu kimia adalah Pemahaman kita menjadi lebih baik terhadap alam sekitar dan berbagai proses yang berlangsung di dalamnya, mempunyai kemampuan untuk mengolah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna bagi manusia, membantu kita dalam rangka pembentukan sikap. Secara khusus, ilmu kimia mempunyai peranan sangat penting dalam bidang : kesehatan, pertanian, perindustrian, peternakan, hukum, biologi, arsitektur dan geologi. Dalam bidang industri misalnya, dengan keberadaan ilmu kimia manusia dapat membuat sabun mandi, pasta gigi, dan sampo yang dapat digunakan untuk membersihkan anggota tubuh kita, sehingga kita dapat beribadah dengan nyaman.

0 komentar:

Poskan Komentar